Rabu, 21 Desember 2016



MEKANISME PERNAPASAN PADA MANUSIA
(IKD)
 
PERNAPASAN : Pernapasan (Respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang,mengandung (oksigen) serta menghembuskan udara yang banyak memngandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Sistem respirasi terdiri dari hidung, faring (tenggorokan), laring (kotak suara), trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.
      INSPIRASI (INHALASI) : Proses masuknya udara ke dalam tubuh. Inspirasi merupakan proses aktif yang dikontrol oleh medula oblongata (sumsum lanjutan). Medula oblongata merupakan pusat refleks fisiologis, salah satunya mengatur pernafasan.
      EKSPIRASI (EKSHALASI) : Karbondioksida yang merupakan limbah dari hasil metabolisme akan dibuang selama ekspirasi. Proses ini merupakan kebalikan dari inspirasi.
Pertukaran udara antara oksigen dan karbon dioksigen terjadi di alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusimenembus selaput alveolus dan berikatan dengan Hemoglobin (Hb) dalam darah selanjutnya karbon dioksida yang dihasilkan akan berdifusi ke dalam darah dan diangkut ke paru paru dan dikeluarkan sebagai udara pernafasan, Udara bergerak ke paru-paru ketika tekanan alveolar kurang dari tekanan atmosfer, dan keluar dari paru-paru ketika tekanan alveolar lebih besar dari tekanan atmosfer.


Mekanisme pernapasan di bagi menjadi dua yaitu , pernapasan dada dan pernapasan perut.
1.      Pernapasan Dada
Pernafasan dada adalah pernafasan yang menggunakan gerakan - gerakan otot antar tulang rusuk. Adanya kontraksi otot- otot yang terdapat diantara tulang - tulang rusuk menyebabkan tulang dada dan tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada membesar. Ketika rongga dada membesar, paru-paru turut mengembang sehingga volume menjadi besar. Sedangkan tekanannya lebih kecil daripada tekanan udara luar. Dalam keadaan demikian udara luar dapat masuk melalui trakea ke paru-paru (pulmonum).
a.      Inspirasi: muskulus interkostalis kontraksi tulang rusuk terangkat  rongga dada membesar, paru-paru mengembang  tekanan udara rongga paru-paru () di luar ( udara dari luar masuk ke paru-paru
b.      Ekspirasi: muskulus interkostalis relaksasi  tulang rusuk turun rongga dada menyempit, paru-paru mengecil  tekanan udara rongga paru-paru () di luar ( udara keluar dari paru-paru

2.      Pernapasan Perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang menggunakan otot-otot diafragma. Otot-otot sekat rongga dada berkontraksi sehingga diafragma yang semula cembung menjadi agak rata, dengan demikian paru-paru dapat mengembang ke arah perut (abdomen). Pada waktu itu rongga dada bertambah besar dan udara terhirup masuk.
a.      Inspirasi: otot diafragma kontraksi diafragma datar rongga dada dan paru-paru mengembang tekanan udara rongga paru-paru ( udara dari luar masuk ke paru-paru
b.      Ekspirasi: otot diafragma relaksasi diafragma melengkung rongga dada dan paru-paru mengecil  tekanan udara rongga paru-paru ( udara keluar dari paru-paru




Lauralee Sherwood-Human Physiology_ From Cells to Systems-Cengage Learning USA (2014)
Gerard_J._Tortora,_Bryan_H._Derrickson_Principles_of_anatomy_&_physiology



KESEHATAN GIGI DAN MULUT (IKGD)

Gigi merupakan bagian dari mulut yang mempunyai 4  peranan penting yaitu
1.      Untuk berbicara (Fonetik)
Orang yang mempunyai gigi lengkap, pengucapan katanya akan lebih jelas daripada orang yang giginya sudah banyak yang tanggal
2.      Untuk mengunyah makanan.
Makanan dikunyah kira-kira 32X. Tujuannya agar makanan yang masuk dapat dicerna dengan baik oleh organ pencernaan selanjutnya. Jika makanan tidak kita kunyah dengan baik, maka organ selanjutnya seperti lambung, usus halus dst akan bekerja terlalu keras sehingga lama kelamaan akan menimbulkan penyakit yang lain.
3.      Untuk Estetika (kecantikan)
Bentuk rahang dan susunan gigi yang teratur dan rapi akan membuat wajah terlihat lebih harmonis
4.      Untuk Forensik
Gigi orang yang satu dengan yang lain tidak ada yang sama, sehingga gigi bisa digunakan untuk identifikasi sebagai pengganti darah atau yang lainnya

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi:
1.      Gigi Seri, adalah gigi yang memiliki satu akar dan berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan
2.      Gigi Taring, adalah gigi yang memiliki satu akar dan berfungsi untuk mengoyak atau menggigit makanan
3.      Gigi Geraham Kecil, adalah gigi yang mempunyai dua akar dan berfungsi menggilas dan mengunyah makanan
4.      Gigi Geraham, adalah gigi yang mempunyai dua/tiga akar dan berfungsi menggilas dan mengunyah makanan

Bagian-bagian Gigi:
  1. Mahkota Gigi, yaitu bagian dari gigi yang kelihatan di dalam mulut
  2. Leher Gigi, yaitu batas antara mahkota gigi dengan akar gigi
  3. Akar Gigi, yaitu bagian dari gigi yang tertanam oleh gusi dan tulang penyangga gigi

Anatomi gigi
  1. Email : Merupakan lapisan terluar gigi. Bagian terluar gigi dan berwarna putih
  1. Dentin : Lapisan kedua gigi yang lebih lunak dan bisa menimbulkan rasa linu
  1. Pulpa : Lapisan di bawah dentin yang terdapat pembuluh darah/saraf yang bisa menimbulkan rasa sakit 
  2. Semen:  Fungsinya melekatkan gigi pada periodontal
  1. Selaput periodontal :Untuk melindungi pembuluh darah/saraf dari tekanan
  1. Saraf dan pembuluh darah
  2. Tulang alveolar

Masa Pergantian Gigi Anak-anak
Jumlah gigi anak-anak : 20 buah
Jumlah gigi dewasa : 32 buah
Gigi anak-anak  berfungsi menjadi jalan untuk tumbuhnya gigi dewasa, sehingga gigi anak-anak mesti di jaga sampai waktunya ganti. Gigi yang akan ganti ditandai dengan gigi susu yang goyang. Jika ada gigi susu yang goyang, harus segera dicabut agar gigi penggantinya bisa tumbuh dengan sempurna dan tidak berjejal.

Nama Gigi Sulung
Rahang Atas
Rahang Bawah
Seri tengah
Seri samping
Taring
Geraham kecil I
Geraham kecil II
Geraham I
Geraham II
Geraham III
7-8 tahun
8-9 tahun
11-12 tahun
10-12 tahun
10-12 tahun
6-7 tahun
12-13 tahun
17 tahun ke atas
6-7 tahun
7-8 tahun
9-10 tahun
10-12 tahun
11-12 tahun
6-7 tahun
11-13 tahun
17 tahun ke atas







Macam-macam Penyakit Gigi dan Mulut
  1. Karies gigi (gigi berlubang)
Karies gigi disebabkan oleh PLAK. Plak adalah lapisan tipis yang tidak terlihat dan menenpel di gigi. Plak dapat menyebabkan karies gigi jika bercampur dengan kuman-kuman yang bersifat asam dan biasanya terdapat pada makanan yang manis-manis. Karies gigi dimulai dari lapisan terluar yaitu email. Jika tidak segera ditambal maka akan terus menjalar sampai ke dentin, pulpa dan jaringan di bawahnya
  1. Karang gigi
Karang gigi juga disebabkan oleh plak dan bercampur dengan endapan ludah (berwarna putih kekuningan) atau darah ( berwarna hijau kehitaman). Karang gigi biasanya terdapat pada bagian gigi yang tidak dipakai mengunyah. Karang gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan gusi menjadi radang sehingga mengganggu perlekatan gigi dan lama-lama gigi menjadi goyang.
  1. Radang gusi
Gusi yang sehat mempunyai cirri-ciri: berwarna merah muda, mengkilat, tidak mudah berdarah dan melekat sempurna ke gigi. Gusi yang tidak sehat cirri-cirinya: berwarna merah tua, tidak mengkilat, mudah berdarah jika disentuh, tidak melekat dengan baik ke gigi
 Radang gusi bisa disebabkan Karen karang gigi yang tidak dibersihkan, lubang gigi yang tidak dirawat atau menyikat gigi terlalu keras.

Cara menjaga kebersihan gigi dan mulut:
1.      Menyikat gigi dengan prinsip 3T, yaitu:
a.       Tekun, menyikat gigi dengan pelan-pelan dan jangan terburu-buru
b.      Teliti, menyikat gigi sampai gigi benar-benar bersih
  1. Teratur, dilakukan minimal 2X sehari yaitu setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur
2.      Memilih sikat gigi yang lembut dan permukaannya rata agar tidak melukai gusi. Kepala sikatnya kecil agar bisa menjangkau bagian dalam gigi. Tangkainya lurus supaya mudah dipegang.
3.      Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor yang berfungsi mencegah gigi berlubang.
4.      Mengurangi makan makanan yang manis dan melekat. Seperti: coklat, permen, dodol, dll
5.      Banyak makan makanan berair dan berserat. Seperti: buah-buahan, sayuran, dll
6.      Pergi ke dokter gigi maksimal 6 bulan sekali

Cara Menyikat Gigi Yang Baik


    1. Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi. Gerakan sikat dari arah gusi ke bawah untuk gigi rahang atas (seperti mencungkil).
    2. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah.
    3. Untuk bagian pengunyahan gerakan menyikat gigi dengan arah maju mundur dengan area yang sempit. Bagian lidah juga perlu untuk dibersihkan agar kuman-kuman tidak tertinggal dan bau mulut terasa segar.